Dalam sebuah acara kristologi yang dibawa khusus oleh Ustadz Ipung Atria, kali ini acaranya membawa tema “Semakin Banyak Orang Baca Bible, Semakin Banyak Masuk Islam”. Tentunya, tema ini bukanlah tema asal-asalan yang diambil tanpa dasar maupun bukti. Tema ini diambil melihat bagaimana pesatnya perkembangan Islam dari ratusan tahun silam hingga saat ini.
Perempuan dan Seorang Misionaris
Dalam pemaparan Ustadz Ipung Atria, beliau menjelaskan bahwa sekitar tahun 90-an, penyebaran berita itu masih melalui majalah dan juga koran. Berbeda dengan sekarang, penyebaran sebuah berita bisa sangat instan hanya melalui media sosial saja. Sama seperti penyebaran Bible maupun Al-Qur’an, pada tahun 90-an tidak bisa menyebar cepat seperti di tahun-tahun sekarang.
Nah, pada tahun 90-an tersebut, Ustadz Ipung Atria menceritakan sebuah berita yang viral di Majalah Suara Muhammadiyah tentang seorang perempuan naik sepeda pancal sambil berteriak-teriak. Perempuan itu berteriak: maling, maling. Perempuan tersebut berteriak demikian karena dia didekati oleh seorang misionaris yang membawa buku dan memberitahukan kepada perempuan itu bahwa Yesus akan mengampuni dirinya jika ia mengikuti Yesus.
Dalam ceritanya, Ustadz Ipung menceritakan perempuan tersebut terus menerus berteriak hingga si misionaris yang menyebarkan ajaran Kristen itu kabur karena takut pada masyarakat. Tidak lama setelahnya, masyarakat sekitar berdatangan lalu bertanya ada apa. Perempuan itu lalu menjelaskan bahwa dirinya ditawari masuk Kristen oleh seorang misionaris. Ia diberi sebuah buku dan diminta mengikuti Yesus agar diampuni dosanya. Namun karena ketidaktahuan dan rasa takut, ia mengira sedang ditipu sehingga spontan berteriak “maling!”.
Ustadz Ipung menegaskan bahwa di masa itu, sekitar tahun 90-an, informasi masih sangat minim sehingga dialog antaragama sering berakhir kacau hanya karena kesalahpahaman.
Seharusnya Disambut, Bukan Diusir
Ustadz Ipung lalu menjelaskan bahwa jika kejadian seperti itu terjadi di masa sekarang, respons yang tepat bukanlah berteriak dan mengusir. Justru buku tersebut seharusnya diterima, dibawa pulang, lalu misionarisnya diajak berdiskusi.
“Kalau datang ke rumah, disuguhi teh panas biar dia tidak cepat pulang,” kata Ustadz Ipung sambil bercanda.
Maksudnya, ajak berdiskusi panjang lebar, tanyai apa yang ingin ia sampaikan, dan dengarkan sampai selesai.
Di era 80–90-an, banyak kasus orang Islam yang murtad karena minimnya referensi dan kurangnya akses informasi. Ketika misionaris menunjukkan ayat-ayat tertentu dari Bible atau menafsirkan ayat Al-Qur’an secara keliru, masyarakat tidak bisa melakukan pengecekan ulang.
Namun kini, dengan Google dan YouTube, pendalaman tentang Bible dan Islam semakin mudah. Umat bisa langsung mengecek dalil, membandingkan, bahkan mempelajari sejarah teksnya.
Ayat Puasa yang Pernah Digunakan untuk Memurtadkan
Salah satu contoh yang disampaikan Ustadz Ipung adalah penggunaan Al-Baqarah 183 oleh misionaris di masa lalu:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu.”
Misionaris lalu bertanya:
“Kaum sebelum kalian itu siapa? Kami orang Nasrani. Tapi kami tidak berpuasa. Berarti Al-Qur’an bohong.”
Dulu, banyak orang Islam langsung bingung dan akhirnya murtad karena tidak tahu jawabannya.
Namun jika ini terjadi sekarang, jawabannya justru sangat mudah dibantah menggunakan kitab mereka sendiri, yaitu Bible.
Yesus dan Umat Terdahulu Justru Berpuasa
Cukup buka Bible:
- Matius 4:2
“Yesus berpuasa 40 hari 40 malam.” - Imamat 23:29
“Setiap orang yang tidak berpuasa wajib dilenyapkan dari antara bangsanya.”
Artinya, dalam syariat sebelumnya, puasa itu wajib—dan pelanggarannya dihukum sangat keras.
Justru Yesus berpuasa, sementara banyak umat Kristen modern tidak melakukannya.
Misionaris yang tadinya ingin memurtadkan, jika ayat ini ditunjukkan, akan kebingungan. Minimal, ia tidak lagi bisa mengklaim bahwa Al-Qur’an keliru.
Mencari Kebenaran dengan Akal Sehat
Menurut Ustadz Ipung, manusia dibekali akal oleh Allah agar mencari kebenaran. Tidak cukup hanya ikut-ikutan agama tanpa memahami dasarnya.
Dan dalam dialog dengan umat Nasrani, Al-Qur’an tidak dapat dijadikan hujah bagi mereka karena mereka tidak percaya padanya. Maka yang paling efektif adalah menggunakan Bible mereka sendiri.
Ustadz Ipung kemudian memberikan analogi menarik:
Jika di hari kiamat nanti Allah memutuskan bahwa Bible itu salah, maka umat Kristen masuk neraka dan umat Islam masuk surga.
Jika Allah memutuskan bahwa Bible itu benar, maka umat Kristen tetap masuk neraka dan umat Islam tetap masuk surga.
Mengapa begitu?
Karena yang menjalankan syariat dalam Bible justru umat Islam, bukan orang Kristen modern.
Islam Justru Mengamalkan Ajaran Yesus
1. Puasa
Yesus berpuasa → Muslim berpuasa → Kristen tidak wajib puasa.
2. Sunat
Yesus disunat pada usia 8 hari (Lukas 2:21).
Bible mewajibkan seluruh laki-laki untuk disunat turun-temurun (Kejadian 17:9–14).
Hukumannya jika tidak disunat?
“Dilenyapkan dari bangsanya.”
Yang menjalankan sunat hari ini?
→ Muslim.
3. Hijab
1 Korintus 11:5 dalam Bible menegaskan wanita wajib menutup kepala.
Yang mengenakan hijab?
→ Muslimah.
4. Cara Pemakaman
Yesus dikafani dengan kain putih (Matius 27).
Pemakaman Muslim sama persis.
5. Shalat dan Sujud
Yesus sujud ketika berdoa (Lukas 6:12).
Yang sujud dalam ibadah?
→ Muslim.
Mengapa Semakin Banyak yang Masuk Islam?
Inilah alasan mengapa Ustadz Ipung menegaskan tema besarnya:
“Semakin Banyak Orang Baca Bible, Semakin Banyak Masuk Islam.”
Karena semakin seseorang mendalami ajaran Yesus yang asli melalui teks Bible, semakin ia menemukan bahwa:
- ajaran Yesus sejati sangat mirip dengan Islam,
- syariat Yesus dipraktikkan oleh Muslim,
- sementara banyak praktik Kristen modern justru tidak sesuai dengan ajaran dalam Bible sendiri.
Dengan membuka Bible, tampak jelas bahwa Islam bukan agama baru —
melainkan kelanjutan dari ajaran para nabi, termasuk Nabi Isa (Yesus) sendiri.saja!
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat
DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
