Kristus: Tuhan atau Nabi? Kajian Akademik Bersama Ustadz Ahmad Kainama

Pada sebuah seminar akademik di Gontor Darussalam, Ustadz Ahmad Kainama, seorang pakar kristologi menyampaikan materi mendalam mengenai topik yang sering menjadi perdebatan, yaitu: “Kristus: Tuhan atau Nabi?”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta perwakilan rektorat, dan dibuka dengan penuh antusias.

Menjaga Akidah di Tengah Tantangan Zaman

Sejak awal, Ustadz Ahmad Kainama menekankan bahwa ilmu yang disampaikan bukanlah karena kehebatan pribadi, melainkan sebuah amanah untuk menjadi “pagar akidah” bagi umat Islam. Dalam konteks pendidikan, mahasiswa khususnya para santri diharapkan dapat membentengi diri dan keluarganya dari goyangan akidah yang semakin halus dan berbahaya.

Beliau menegaskan, setiap muslim harus siap menjadi benteng yang menjaga aqidah Islam, apalagi di tengah derasnya pengaruh budaya, pemikiran, hingga arus globalisasi yang sering melunturkan keyakinan.

Kristus: Sebuah Istilah dari Tradisi Yahudi-Kristen

Topik utama seminar ini adalah menjawab pertanyaan: Kristus itu Tuhan atau Nabi?

Menurut penjelasan beliau:

  • Kata Kristus bukan berasal dari bahasa Indonesia, Arab, atau Inggris. Istilah ini berakar dari bahasa Yunani dan Ibrani.
  • Dalam bahasa Ibrani, istilah ini berarti “yang diurapi” atau “yang dipilih”, yaitu seseorang yang diangkat untuk menjadi penyampai pesan dari Sang Pencipta kepada ciptaan.
  • Dalam tradisi Islam, pemahaman ini dekat dengan istilah Nabi, seorang manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya.

Dengan demikian, makna asli kata “Kristus” sesungguhnya merujuk kepada seorang nabi atau utusan, bukan Tuhan.

Perbandingan dengan Konsep Ketuhanan dalam Kekristenan

Ustadz Ahmad kemudian menjelaskan bahwa dalam tradisi Kristen, istilah Kristus sering dilekatkan dengan Yesus sebagai “Tuhan dan Juru Selamat”. Namun, jika ditelusuri dari bahasa sumber dan literatur teologi, tidak ditemukan penyebutan eksplisit yang mengidentifikasi Yesus sebagai Tuhan dalam makna sesungguhnya.

Beliau bahkan mengajak audiens untuk membuka Bible Dictionary dan melihat bagaimana dalam teks berbahasa Ibrani dan Arab, kata yang digunakan adalah Allah, bukan Yesus. Hal ini membuktikan bahwa konsep ketuhanan dalam Alkitab berbeda dengan yang sering dipahami secara populer.

Kristus, Tuhan, dan Allah: Tiga Konsep yang Perlu Diluruskan

Dari kajian yang disampaikan, ada tiga poin utama yang harus dipahami:

  1. Kristus → berasal dari kata Yunani/Ibrani, artinya yang diurapi atau nabi.
  2. Tuhan → dalam bahasa Ibrani disebut Elohim, namun dalam konteks universal hanya ada satu Tuhan yang layak disembah, yaitu Allah.
  3. Allah → nama agung yang menjadi esensi dari seluruh konsep ketuhanan, baik dalam tradisi Islam maupun penyebutan dalam teks suci terdahulu.

Dengan demikian, bagi umat Islam, jelas bahwa Kristus bukan Tuhan, melainkan seorang nabi utusan Allah.

Pesan untuk Generasi Muda Muslim

Di sela-sela penyampaiannya, Ustadz Ahmad juga memberikan nasihat ringan namun penting kepada para mahasiswa, terutama tentang menjaga diri dari pengaruh negatif pergaulan modern. Mulai dari gaya hidup, hubungan lawan jenis, hingga hal-hal kecil seperti tren gaya rambut dan motor modifikasi, beliau tekankan agar generasi muda tetap menjaga identitas sebagai muslim.

Lebih jauh, beliau mengingatkan:

  • Jangan mudah terpengaruh oleh budaya asing yang melemahkan iman.
  • Jangan sampai ilmu yang didapat di pesantren hilang hanya karena cinta duniawi.
  • Tetaplah berpegang teguh pada Al-Qur’an, salah satunya dengan rutin membaca 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi sebagai pelindung iman.

Seminar ini menegaskan bahwa:

  • Kristus dalam bahasa asli berarti nabi, bukan Tuhan.
  • Tuhan sejati hanyalah Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.
  • Generasi muda Islam harus membekali diri dengan ilmu, iman, dan keberanian untuk menjaga aqidah dari segala bentuk pengaruh yang menyesatkan.

Ustadz Ahmad Kainama menutup materinya dengan pesan kuat:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA

PRODUK PARFUM AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


ADDRESS:

MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.

PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.

TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416

BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat

DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451

BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.