KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER LOMBOK: CARA RASULULLAH MENDIDIK PARA SAHABAT DALAM WAKTU YANG TIDAK LAMA

Bagaimana Rasulullah berhasil mendidik para sahabat sehingga mereka memiliki keimanan seperti baja?

Kita ketahui bahwa di zaman Rasulullah dan para sahabat terkenal memiliki keimanan yang begitu kuat bahkan kenikmatan duniapun tak bisa menghargai itu semua. Para sahabat bahkan rela mati untuk membela keimanan dalam hatinya. Rasulullah berdakwah pada tahun pertama dan kedua setelah kenabian secara sembunyi-sembunyi, tahun ketiga beliau berdakwah secara terang-terang, dan tahun keempat para sahabat mengalami penyiksaan tapi mereka tetap beriman.

Dalam jangka 3 tahun saja ajaran Rasulullah itu sudah membuat keimanan mereka menjadi kuat, sedangkan kita yang sejak lahir sudah Islam hingga saat ini masih memiliki keimanan yang lemah. Keimanan kita masih lemah dan sangat rawan melakukan kelalaian dan kita juga masih terlalu memprioritaskan kenikamatan dunia.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER MEDAN: UMAT ISLAM HARUS MEMILIKI IMAN SEKUAT BAJA

Sikap umat Islam saat berhadapan dengan kaum munafik

Ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana cara menjawab orang Nasrani yang menghina Rasulullah ketika menikahi Aisyah di usia yang masih sangat muda? maka jawabannya adalah sudah pasti harus dibantah karena sesungguhnya mereka tidak ada urusan dengan Rasulullah, kecuali jika mereka memeluk agama Islam dan bertanya demikian maka harus dijawab. Jika memang orang-orang itu tetap membuat kemungkaran, sedangkan kita tidak memiliki power maka kita doakan agar mereka dibinasakan oleh Allah di muka bumi ini.

Sebagaimana kisah Rasulullah sampai harus melakukan Qunud Nazilah selama sebulan penuh ketika berhadapan dengan suatu kaum Arab munafiq yang mengaku beriman. Pada waktu itu Rasulullah kedatangan suatu kaum dari Arab yang datang kemadinah untuk memeluk agama Islam. Kemudian mereka juga meminta untuk dikirimkan seorang guru dari kalangan sahabat yang Hafidz Al-Qur’an untuk mengajari mereka tentang Islam.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAKASAR: KISAH RAJA THALUT, RAJA PERTAMA BANI ISRAIL (Part 2)

Dari 80.000 pasukan hanya tersisa 314 pasukan

Tentunya pengujian akan kesetiaan para pengikut Thalut tidak cukup sampai di sungai itu saja. Masih ada ujian lain yang lebih bisa membedakan antara pengikut Thalut yang setia dan memiliki kekuatan iman kepada Allah dan pengikut yang tidak setia. Ujian di mana sebagian tentara Thalut merasa gentar ketika melihat banyaknya tentara musuh.

Thalut bisa melewati sungai bersama orang-orang yang sabar terhadap rasa haus dan lelah, dari semula jumlah pasukan 80.000 orang maka yang terus berjuang bersama Thalut tersisa kurang lebih 314 orang. Ketika sedang berhadapan dengan para musuh, datang ujian baru bagi para pengikut Thalut yaitu rasa takut untuk berperang dengan jumlah yang sedikit setelah kemunduran para tentara yang tidak lulus dalam ujian pertama. Sebagian mereka berkata, “Hari ini kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan tentara Jalut.”

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JAMBI: KISAH RAJA THALUT, RAJA PERTAMA BANI ISRAIL (Part 1)

Bani Israil telah mendapatkan malapetaka dari Allah atas sifatnya munafik dan yang selalu berbuat maksiat. Mereka tidak pernah mentaati perintah Allah yang disampaikan oleh para nabi-nabinya. Hingga pada akhirnya mereka hidup dalam kehinaan dan terputusnya kenabian diantara Bani Israil.

Setelah sekian banyak nabi yang diutus kepada Bani Israil, tapi akhirnya tidak ada lagi nabi yang diutus untuk bani Israil. Hingga suatu ketika mereka menyadari kesalahannya dan ingin agar hidupnya dapat kembali pada kemenangan, mereka pun berdoa dan memohon kepada Allah untuk diutus seorang nabi bagi mereka.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALANG: AWAL MULA BERDIRINYA KERAJAAN BANI ISRAIL DI BAITUL MAQDIS, YERUSALEM

Awal mula berdirinya kerajaan Bani Israil di Baitul Maqdis (Yerusalem) ketika dipimpin oleh Yusya’ bin Nun, seorang nabi yang diangkat setelah wafatnya Nabi Musa. Sebutan Israil berasal dari salah satu nama atau julukan nabi Yakub, sehingga seluruh keturunan nabi Yakub disebut sebagai Bani Israil. Ketika Nabi Yakub dianugerahkan Allah dengan banyaknya keturunan sampai 12. Satu dari 12 orang itu adalah seorang wanita yang bernama Dina.

Dua Belas keturunan Nabi Yakub itu tidak semuanya berasal dari ibu yang sama. Sebagaimana Nabi Yusuf dan Benyamin lahir dari seorang ibu yang lain tetapi 10 orang lainnya dari ibu yang berbeda, sebagaimana banyak dari kita yang mengetahui kisah Nabi Yusuf. Allah telah menakdirkan Nabi Yusuf untuk bisa menjadi orang kepercayaan Fir’aun dan menjadi bendaharawan Mesir.

Sehingga dengan kedudukan itu Nabi Yusuf memboyong seluruh keluarganya dari Palestina menuju ke Mesir. Akhirnya seluruh putra Nabi Yakub diberikan fasilitas untuk bisa hidup megah dan mewah hingga akhirnya menyebar dan beranak-pinaklah 12 keturuan Nabi Yakub di Mesir, inilah singkat kisah permulaan Bani Israil.

Continue reading