KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER BALI: PERDEBATAN CERDAS ABU HANIFA DENGAN PEMUKA AGAMA

Perdebatan Abu Hanifah dengan Kaum Khawarij

Abu Hanifah pernah berdebat dengan kaum Khawarij, kita perlu mengetahui bahwa kaum Khawarij selalu mengkafirkan pelaku dosa besar karena memang kaidah mereka seperti itu. Siapapun yang melakukan dosa besar dan kafir di dunia maka ketika mati akan masuk neraka dan kekal didalamnya. Sedangkan menurut keyakinan ahli sunnah seorang mukmin yang melakukan dosa besar tidaklah kafir melainkan tetap mukmin tetapi keimanannya kurang.

Karena keimanan itu terkadang dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Contohnya meminum khamr adalah suatu dosa besar maka orang Khawarij akan mengatakan bahwa peminum khamr itu kafir. Sedangkan menurut ahli sunah akan mengatakan bahwa dia tidak kafir melainkan tetap mukmin hanya saja keimanannya kurang sehingga melakukan maksiat.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER DONGGALA: CARA MENJADI ORANG MUKMIN SEJATI

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Artinya: Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Hujurat: 14)

Mukmin adalah istilah Islam dari bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur’an, artinya orang beriman. Seorang dikatakan beriman jika dapat memenuhi seluruh kehendak Allah dan memiliki keimanan kuat dalam hatinya. Sedangkan beriman adalah meyakini dan memiliki keyakinan untuk selalu tunduk kepada Allah dan rasulNya.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER DENPASAR: MENGAPA IBADAH HARUS DIPAKSA ?

Cara agar ketagihan melakukan amal shaleh

Semakin kita menjaga hubungan dengan Allah maka Allah akan semakin dekat dengan kita. Misalnya jika kita membuat jadwal sebagaimana kita membuat jadwal selama satu minggu atau satu bulan dari sekarang. Coba kita membuat sebuah catat sederhana, amalan ibadah yang sudah dikerjakan yang menurut kita paling sempurna.

Misalnya hendak mencoba melakukan amalan sholeh selama seminggu, sebulan, atau paling tidak selama 40 hari. Sebagaimana Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah menjadikannya sebuah patokan agar kita senantiasa antusias dalam mengerjakan amal saleh. Selama 40 hari itu kita harus membuat jadwal amal saleh yang harus dikerjakan dan memaksa diri sendiri untuk mengerjakannya karena itu adalah jaminan dari Rasulullah agar selamat dari sifat munafik, tidak akan perna berdusta seumur hidup, tidak perna mengingkari janji, tidak akan perna menghianati amanah, dan tidak akan perna berbuat curang. Tidak mungkin pula Rasulullah mengajarkan sesuatu yang salah dan tidak mungkin pula Allah salah.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JOHOR: PERADABAN ISLAM YANG TIDAK PERNAH DI UNGKAP DUNIA

Sejarah Tahun Baru Islam

Semuanya bermula pada tahun 1 Hijriyah atau bertepatan dengan tahun 622 Hasehi, perlu kita ketahui bahwa masehi adalah tahun yang dihitung setelah lahirnya Al-Masih. Tidak ada masalahnya jika kita (umat Islam) menggunakan tahun masehi karena umat Islam juga meyakini adanya Yesus atau yang Nabi Isa. Islam meyakini bawha Yesus dan Isa adalah satu orang yang sama yang membedakan terletak pada pelafalannya saja. Dalam bahasa Arab disebut ‘Isa, bahasa Ibrani disebut Yesyua‘, bahasa Yunani disebut Iēsous.

Al-Qur’an menyebut Yesus sebagai ‘Isa al-Masih, dalam bahasa Ibrani sebagai Mesias, dan bahasa Yunani sebagai Kristos, dari julukan yang disematkan pada Yesus atau nabi Isa artinya “yang diurapi”. Jadi umat Islam memang harus meyakini adanya Yesus atau Nabi Isa sebagai utusan Allah, tapi tidak boleh meyakini beliau sebagai Tuhan. Jadi dalam hal ini tidak ada permasalahan mengenai Yesus Kristus karena dia adalah Isa Al-Masih, jadi tahun Masehi dihitung setelah kelahiran Nabi Isa.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER BATAM: KISAH TELADAN DAN DISIPLIN UMAR BIN KHATAB

Umar bin Khatab adalah sahabat nabi yang terkenal dengan sikapnya yang tegas, sehingga karena ketegasannya itulah Rasulullah memberinya julukan Al-Faruq yang artinya membedakan antara yang benar dan salah. Perna suatu ketika beliau mendatangi rumah Rasulullah yang saat itu para istri Rasulullah sedang berbicara dengan suara mereka yang tinggi.

Pada saat itu mereka sedang mengobrol satu sama lain antar perempuan, namun mereka terdiam begitu Umar bin Khatab datang hingga membuat Rasulullah tersenyum. Melihat hal itu Umar pun berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, kenapa engkau tersenyum? semoga Allah selalu membuat kau tersenyum”. Menanggapi hal itu Rasulullah berkata: “Aku terheran dengan para wanita-wanita ini karena sejak tadi mereka berbicara dengan suara tinggi dan tiba-tiba menjadi senyap begitu kau datang”.

Continue reading