KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAGETAN: KEAGUNGAN SYARIAH ISLAM

Kita tahu bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan baik. Saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima oleh Allah di akhirat dan termasuk dalam orang-orang yang merugi. Sebagai umat Islam seharusnya bersyukur kepada Allah karena telah dilahirkan dan diberi petunjuk dalam beragama Islam, sesungguhnya nikmat yang terbaik adalah nikmat Islam. Cara kita bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut adalah dengan berusaha mengenal keindahan Islam agar bisa membentengi diri dari hal yang menjerumuskan pada kesesatan dan bisa mengajak orang diluar Islam untuk masuk ke agama yang indah ini.

Suatu hal menjadi masalah banyak orang adalah ketika sudah lama beragama Islam atau sejak lahir sudah beragama Islam kadang masih belum mendalami keindahan Islam sehingga membuatnya terpukau dengan agama lain. Sesungguhnya Islam sudah menyediakan secara lengkap dan sempurna yang dibutuhkan oleh manusia. Lain hanya dengan mualaf saat memutuskan masuk Islam, selain mendapatkan hidayah oleh Allah mereka pun cenderung akan mencari keindahan dalam agama Islam sehingga dengan begitu bisa lebih mencintai agama Islam daripada agama sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa keagungan syariah Islam yang bisa membuat kita lebih bisa mendalami keindahan Islam:

Islam adalah satu-satunya agama yang menyeru kepada tauhid dan memerangi kesyirikan

Agama lain menyeruh pada kesyirikan dengan beribadah kepada makhluk selain Allah atau mempercayai lebih dari satu tuhan. Contoh: agama kristen yang menganut trinitas dan menyembah terhadap mahkluk (Nabi Isa). Agama yahudi yang meyakini uzair sebagai anak Allah padahal Allah tidak berakan dan diperanakan. Dan agama hindu yang menyembah 3 dewa dan menyembah atau memuliakan hewan-hewan. Sedangkan agama Islam secara logis mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada makhluk  ke beribadah kepada Allah, satu-satunya Tuhan. Sejak mulai Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, para nabi-nabi itu mengajarkan untuk menyembah kepada satu-satunya Tuhan, yakni Allah.

Islam satu-satunya agama yang keaslian kitab sucinya bisa dipertanggung jawabkan

Allah telah menurunkan kitab kepada setiap nabi terdahulu, seperti Shuhuf Ibrahim yang diturunkan kepada Nabi Ibrahin, Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa. Tetapi Al-Qur’an sebagai kitab suci agama Islam berbeda dengan yang lain karena Allah telah menjamin keasliannya sebagaimana telah banyak pada firman Allah di Al-Qur’an. Dan Allah telah mudahkan Al-Qur’an untuk diingat sehingga banyak diantara umat Islam yang hafal Al-Qur’an, bahkan anak kecil pun.

Oleh karena itu jika Al-Qur’an mengalami perubahan akan segera diketahui, lain halnya dengan Taurat, Zabur, dan Injil yang telah banyak melalui perubahan. Jika Tuhan berpesan kepada umat melalui utusannya, maka pesan itu harus asli dan jelas silsilahnya. Seperti Al-Qur’an, Allah berfirman melalui malaikat Jibril, dari Jibril menyampaikan ke Rosulullah, dari Rosulullah kepada para sahabat, dari para sahabat ke pada kaum muslimin. Hal tersebut adalah sanad atau periwayatan yang jelas dan bisa dibuktikan karena disampaikan secara mutawatir (yang meriwayatkan banyak sehingga sanad Al-Quran yang sampai kepada kita juga banyak, begitu pula para sahabat yang menyampaikan kepada kaum muslimin juga banyak).

Begitu pula dengan hadist Nabi, setiap perawih memiliki biografi dan kredibilitas yang dibicarakan oleh para ulama karena mencakup hadist itu shahih atau dhoif (palsu, sangat lemah, tidak terlalu lemah). Itulah yang di sebut sanad yang hanya ada dalam Islam. Jika kita membahas tentang kitab injil, penulisnya bukanlah yesus atau Isa, melainkan matius, yohanes, markus, lucas, paulus. Umat Kristen pun tidak ada yang bisa membuktikan keaslian kitabnya karena sanadnya terputus dan tidak sampai kepada Nabi Isa.

Injil ternyata ditemukan dalam bahasa yunani, sedangkan Nabi Isa berbicara dalam bahasa aramea (bukan ibrani atau yunani), sehingga hal ini perlu dipertanyakan penerjemahnya, status kredibilitasnya, bohong atau tidak, ada penambahan atau tidak dari ayat-ayat itu. Begitu juga Taurat, umat Yahudi tidak mampu mendatangkan sanad-sanad taurat sampai ke Nabi Musa. Hal yang istimewa dari Islam adalah Al-Qur’an memiliki sanad yang jelas sehingga isinya bisa diyakini tanpa ada keragunan.

Islam tidak mengenal kasta, tidak rasis, dan yang paling mulia di sisi Allah adalah yang bertaqwah

Sebagaimana Bilal bin Rabah merupakan budah ber berkulit hitam dimuliakan oleh Allah bahkan Rasulullah perna berkata perna mendengar langkah kaki dan alas kakinya di surga. Dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah ﷺ berkata kepada Bilal,
“Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semetara orang yang bernasab tinggi justru direndahkan oleh Allah karena kekufurannya seperti Abu Lahab yang diabadikan dalam firman Allah QS. Al-Lahab. Adapun agama lain seperti hindu, yang mengenal kasta.

Sedangkan agama lain seperti agama Yahudi justru lebih rasis, sebagaimana dalam Kitab Talmut (salah satu kitabnya selain Taurat) mengatakan bahwa yang mulia hanyalah umat yahudi. Hal itulah yang membuat mereka sombong dan tidak beriman kepada Rosulullah yang berasal dari Arab dan bukan dari keturunan Yahudi atau Bani Israel.

Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna

Allah sempurnakan agama dan nikmat-Nya untuk umat Islam dan telah meridho Islam sebagai agama yang sempurna. Jadi dalam agama Islam mengajarkan banyak hal dan masing-masing memiliki adab yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadist dengan riwayat yang jelas. Seperti adab buang hajat, berbicara, berdagang, dsb. Semuanya dijelaskan dalam agama Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagai contoh kecil saat Rosulullah menjelaskan adab bergaul dalam hadist berikut ini:
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, “jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih,” (HR. Bukhori dan Muslim).

Hal ini hanya diajarkan dalam agama Islam dan tidak didapati dari ajaran agama lainnya. Jika kita mencari adab dalam kitab Injil pasti tidak banyak dan lengkap seperti halnya al-Qur’an. Sedangkan dalam agama Islam hal itu sangatlah mudah, jika dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan secara rinci maka kita masih dapat mengetahuinya dengan membaca hadist Rosulullah.

Islam adalah agama yang memberikan porsi besar kepada akhlak

Dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah ﷺ bersabda “sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak” (HR. Al-Baihaqi). Hadist ini menjelaskan dengan jelas bahwa Rasulullah bertugas menyempurnakan akhlak manusia di dunia, dan sudah selayaknya kita meneladani kahlak Rasulullah, sebagaimana akhlak beliau berpedoman dengan Al-Qur’an.

Islam mengajarkan secara detail mengenai akhlak yang diajarkan dan dicontohkan langsung oleh Rosulullah. Tidak ada dalam agama lain, Islam justru mengajarkan cara berakhlak yang baik kepada orang tua, keluarga, padangan hidup (suami/istri), anak-anak, pembantu/budak, hewan, non muslim (orang-orang kafir), tetangga, akhlak dalam peperangan, dan lainnya. Maka tak heran jika ada beberapa orang yang belum mengenal Islam tiba-tiba ingin belajar agama Islam karena mengamati akhlak baik yang dimiliki oleh umat Islam.

Islam mengakui hak kepemilikan harta secara pribadi namun mengatur tentang zakat

Sesungguhnya segala kemasyhuran dan kesuksesan yang diperoleh oleh manusia terdapat bagian untuk saudaranya yang kurang mampu yakni para dhuafa, fakir, dan miskin. Agama Islam secara tegas mengakui kepemilikan harta secara pribadi dan juga mengatur tentang zakat, jadi syariat Islam berada diantara kapitalis dan sosialis. Seperti kita dapati dalam beberapa negara menerapkan kapitalis dan sebagian lagi sosialis.

Jika sosialis maka semua harta adalah milik bersama, rakyatnya dipaksa bekerja dan hasilnya dinikmati bersama meskipun pasti ada strata-strata yang hidupnya mewah jadi masih ada kesenjangan sosial dan sengsara bersama-sama. Begitu pula dengan kapitalis setiap orang berhak memperkaya diri sendiri yang telah diterapkan pada negara-negara besar tapi tidak seluruh masyarakatnya sejahtera, justru kesenjangan sosial lebih nampak dalam negara yang menganut sistem ini.

Sedangkan Islam tidak demikian, dalam hal ini agama Islam menengahi secara bijaksana. Seseorang diperbolehkan memiliki harta pribadi tapi tetap dianjurkan zakat, infaq, sedekah, dan kedermawanan.

Islam bukan agama yang mengabaikan dunia

Umat tidak serta-merta hanya mengabaikan dunia demi mencapai kebahagiaan, tetapi dunia diatur agar tujuan/orientasinya adalah akhirat. Agama Islam secara komprehensif menjelaskan akhlak. Bukan hanya beribadah ke masjid dan hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga akhlak berinteraksi dengan orang lain, seperti berdagang tapi tetap memperhatikan hak anak dan istri.

Jika hanya memperhatikan akhirat tanpa dunia maka Islam tidak akan maju, tetapi segala hal yang dilakukan di dunia harus mengarah pada akhirat. Suatu masalah besar adalah ketika dunia menjadi tujuan utama, sehingga menjadikan kita sibuk memperkaya diri sendiri sampai membuat lalai. Islam tidak seperti Kristen yang mengajarkan rabbaniyah seperti melarang pastur untuk menikah, orang hindu hanya mengejar akhirat yang tinggal di pengasingan dan mengabaikan dunia, dan lainnya. Islam adalah agama yang logis yang juga memperhatikan dunia sebagai sarana menuju ke akhirat. Sebagai contoh, agama Islam mengajarkan infaq, bagaimana bisa infaq jika tidak bekerja? sederhananya adalah seperti itu.

Islam menjunjung keadilan bukan persamaan

Keadilan dalam Islam adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya dan Allah banyak membedakan untuk beberapa hal, sesungguhnya Islam tidak memperjuangkan persamaan melainkan keadilan. Sering kali negara-negara barat membuat propaganda yaitu wanita disamakan dengan laki-laki, sedangkan agama Islam tidak membenarkan hal ini. Jika ada dua hal yang berbeda maka tidak boleh disamakan tapi seharusnya dibedakan pula, dan membedakannya dengan cara yang adil sesuai dengan porsinya.

Kedudukan wanita sangat dimuliakan dalam agama Islam, dan justru persepsi barat yang seperti itu adalah merendahkan wanita karena tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya. Suatu tindakan yang tidak didasari keadilan karena jelas dari segi mana pun wanita dan pria adalah dua hal yang berbeda.

Sikap Islam terhadap mayat

Agama Islam dalam menyikapi seorang mayat yakni dengan penuh kesederhanaan, sebelum dimakamkan maka terlebih dulu disholatkan secara berjama’ah di masjid atau mushollah, lalu dikubur dengan sederhana tanpa kemewahan. Manusia yang hidup hendaknya banyak mendoakan yang telah mati. Berbeda dengan agama lain yang misalnya meletakkan di tempat yang tinggi agar dimakan oleh burung-burung, dibakar dengan perayaan mewah, dikubur bersama hartanya, diselenggarakan dengan kemewahan.

Dan Islam tidak demikian, seseorang yang telah mati telah terputus hubungan dengan dunia kecuali 3 hal (amal jariyah, doa anak yatim, dan ilmu yang bermanfaat). Jadi tidak ada hubungannya membawa harta sampai ke kuburan, sebaiknya dari harta itu disumbangkan agar bisa lebih bermanfaat untuk orang sekitar dan mungkin bisa menjadi amal jariyah untuk orang yang telah meninggal.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-Nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Magetan dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, atau pun solusi dari masalah yang dialami mualaf. Melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia agar dapat mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam, produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.


Rekomendasi artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-00-4040-12
AN. YAYASAN THORIQUSSALAM INDONESIA QQ AYA SOFYA INDONESIA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.