KAJIAN KRISTOLOGI OLEH MUALAF CENTER PAPUA: TANYAKAN KEPADA PENDIRI GEREJA, DIMANA KITAB INJIL YANG SEBENARNYA?

Selain bermaksud membentengi diri dari kemurtadan, menambah kecintaan terhadap agama Islam, memahami hakikat toleransi yang benar, mempelajari kristologi juga dapat menambah wawasan kita yang selama ini telah salah kaprah tentang agama Kristen dan kitab sucinya. Membaca kitab suci agama lain sesekali bukanlah suatu dosa, yang menjadi dosa adalah saat tidak memiliki keimanan yang kuat terhadap agama Islam. Tidak ada salahnya mempelajari ilmu-ilmu baru karena setiap ilmu yang telah didapatkan sangat berharga, begitu pula Allah lebih memuliakan seorang yang berilmu daripada seorang ahli ibadah tanpa ilmu.

Seringkali banyak dari umat Islam yang merasa takut saat mempelajari kitab suci atau agama selain Islam, selagi tidak membenarkan dan mengikuti ritual keagamannya dirasa masih bisa menemukan kebenaran bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan agama selain Islam adalah hasil karya seorang manusia yang penuh kesalahan, sebagaimana fitrah manusia adalah tempat salah dan lupa. Kitab suci seharusnya berasal dari Allah, bukan ditulis berdasarkan pemikiran manusia dengan penuh imajinasi.

Continue reading

MENERIMA DONASI BAJU UNTUK MUALAF DHUAFA DI PELOSOK NUSANTARA, Info Terbaru !!

Mualaf Center Nasional Aya Sofya sedang menggencarkan amunisi dakwah untuk disalurkan ke para mualaf dhuafa dalam rangka membangun peradaban Islam di pelosok negeri, seperti yang kita lakukan pada suku Tau Taa Wana sebelumnya. Telah kita ketahui berdirinya peradaban suku Wana telah di pelopori oleh kristenisasi gereja, maka itu menjadi tamparan sekaligus pembelajaran bagi ummat Islam Indonesia untuk lebih peduli kepada saudara sebangsa dan setanah air di pelosok nusantara (baca artikelnya disini).

Mualaf Center Nasional Aya Sofya mengajak ummat muslim di Indonesia untuk menyisihkan rizkinya agar bisa berdonasi pada program dakwah kami yang tulus dan mulia ini demi membangun peradaban Indonesia yang berlandaskan Islam. Kami menerima donasi berupa bentuk uang, donasi baju baru, donasi baju bekas layak pakai, peralatan sholat, peralatan mandi, sembako, dan donasi atau sumbangan lainnya dalam bentuk apapun yang sekiranya dibutuhkan oleh saudara kita di pelosok nusantara.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER AMBON: MEMULIAKAN ILMU DAN GURU !

Al-Qur’an telah banyak menjelaskan dalil tentang keutamaan ilmu, bahwa ilmu adalah bagian dari ibadah sebagaimana sholat dan puasa yang akan mendapatkan pahala. Demikian juga belajar dan mengajar, sesungguhnya kita telah beribadah kepada Allah. Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keagungan atau keutamaan ilmu, Allah tidak perna memerintahkan Rosulullah untuk meminta tambahan apapun kecuali tambahan ilmu.

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Artinya: Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.
(QS. Thaha: 114)

Dalil tersebut menjelaskan tentang pentingnya ilmu, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mengangkat pula orang yang berilmu, terlebih lagi jika seseorang telah beriman dan berilmu. Keutamaan orang yang berilmu ketimbang ahli ibadah adalah bagaikan rembulan dan seluruh bintang-bintang. Meskipun rembulan hanya ada satu di dunia ini tapi cahayanya sampai ke bumi, sedangkan bintang-bintang yang banyak di langit tapi masih manfaat masih kalah dari rembulan. Orang yang berilmu lebih baik dari ratusan ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu.

Continue reading

KISAH MUALAF BULE ASAL AUSTRALIA YANG AKHIRNYA MASUK ISLAM DI INDONESIA

Firman Allah Ta’ala,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Artinya: “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al Israa’:57)

Seorang bule berasal dari Australia telah tinggal di Indonesia kurang lebih selama 5 tahun. Sebelumnya ia telah lebih dulu mempelajari banyak agama dan mendapati agama Islam sebagai agama yang benar. Sejak saat itu ia mulai tertarik untuk belajar agama Islam dibandingkan dengan agama yang lain. Tumbuh keinginan untuk masuk Islam setelah menikahi seorang warga Indonesia yang beragama Islam. Banyak sekali pembelajaran yang ia peroleh selama tinggal di Indonesia, bahwa muslim lebih baik dari anggapan orang diluar sana. Agama Islam mengajarkan berbagi, tidak egois dan mementingkan diri sendiri seperti kebanyakan orang Australia.

Seorang bule itu adalah Mr. Ian Paul Clark biasa dipanggil pak Ian yang akhirnya masuk Islam melalui Mualaf Center Nasional Aya Sofya dengan didampingi oleh Istrinya yakni bu Siska. Sebelum menikahi bu Siska, beliau sudah lebih dulu mengenal dan mempelajari Islam sedikit demi sedikit. Menurutnya Islam adalah agama yang benar, sangat jujur, dan ramah, serta banyak hal yang telah ia pelajari saat berada di Indonesia tentang berbagi kepada sesama dan itulah hal yang membuat beliau sangat tertarik kepada Islam.

Continue reading

BERDIRINYA PERADABAN SUKU TAU TAA WANA DI PEGUNUNGAN TOKALA ADALAH TAMPARAN KERAS UNTUK UMAT ISLAM, KENAPA?

Perjuangan mencari saudara kita

Suku Tau Taa Wana berasal dari Pegunungan Tokala, Lambentana, Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Beberapa dari mereka sudah memiliki tempat tinggal untuk menetap, sebagian lagi masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dan belum memiliki rumah. Tim Mualaf Center Nasional Aya Sofya bersama dengan beberapa ormas Indonesia telah mengadakan pensyahadatan masal jilid 2 pada tanggal 8 November 2020 dan melakukan pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif.

Selama ini mereka hidup hanya mengandalkan hasil alam dengan mencari umbi-umbian di hutan untuk dimakan tanpa mengetahui khasiat dan kandungan gizinya. Meskipun begitu mereka jarang mengalami penyakit yang parah, mungkin tubuhnya sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan tapi tak sedikit pula dari mereka yang menderita beberapa penyakit seperti gizi buruk, kuningan, dan lain sebagainya. Mereka hidup jauh dari kenikmatan yang telah dirasakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia, sungguh mengharukan.

Continue reading